sun
moon

Potensi kredit hijau untuk proyek energi terbarukan

Pembiayaan berkelanjutan untuk proyek hijau harus terus ditingkatkan.

Qonita Azzahra
Qonita Azzahra Sabtu, 08 Jan 2022 07:17 WIB
Potensi kredit hijau untuk proyek energi terbarukan

Menteri ESDM Arifin Tasrif mengatakan saat ini pihaknya tengah mendorong pengembangan berbagai jenis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), baik PLTS Atap skala kecil, PLTS Terapung, maupun PLTS dengan skala besar yang tersebar di seluruh Indonesia. Secara rinci, rencana pengembangan PLTS ini terdiri dari pengembangan PLTS Atap dengan target 2025 sebesar 3,61 GW. PLTS terapung berpotensi dikembangkan sebesar 26,65 GW, serta PLTS Skala Besar ditargetkan mencapai 4,68 GW sampai dengan 2030.

"Selanjutnya kami akan tetapkan RUPTL (Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik) 2021-2030 untuk PLN, yang mana ini keseluruhannya adalah Green RUPTL,” ujar Arifin, Jumat (31/12) lalu. 

Di dalam RUPTL tersebut, tidak ada lagi rencana pembangunan PLTU baru, kecuali menyelesaikan kontrak PLTU yang sudah diteken maupun yang saat ini masih dalam masa konstruksi. Sebagai gantinya, pemerintah menambah kapasitas EBT hingga 20,9 GW atau 51,6% dari porsi kelistrikan nasional.

Alinea.id mengulas potensi pembiayaan hijau untuk proyek-proyek energi terbarukan (EBT) dalam artikel ini.

Sponsored

Ilustrasi Alinea.id/Debbie Alyw.

Berita Lainnya
×
tekid